Teng… Teng.. , berbunyi dengan kerasnya, nampaknya ada seorang anak yang berlari dengan keringat yang bercucuran, sebut saja namanya Adhi. Adhi adalah pria yang berumur 17 tahun yang sedang menjalani pendidikan di bangku SMA kelas 3 yang merupakan murid pindahan dari desa. Nampaknya hari ini adalah hari pertama dia “mencicipi” kelas barunya, ia terlihat bingung dengan bangunan sekolahnya sekarang, begitu besar, luas, berbeda dengan sekolahnya yang dahulu. Adhi sadar di sekolah barunya ia tidak mempunyai teman, akhirnya ia mencoba mendekat kepada orang yang belum di kenalnya.
“Hey Boleh ikut gabung gk”, Ucap Adhi. “Boleh, saja, nampkanya lo baru ya di sekolahan ini”, ucap orang yang belum di kenalnya. Setelah mengobrol banyak akhirnya ia mendapatkan teman baru, Sebut saja Rizky. Mereka berdua langsung akrab, tak lama kemudian datanglah seorang wanita berambut panjang dengan memakai kacamata. Adhi langsung diam, dan terus memandangi wanita itu. “Woi Io, biasa napa litany, Napa lo suka ya ma dia”, kata Rizky. “Ah enggak !! Hey sudah sudah belajar udah ada guru“, jawab Adhi dengan muka yang memerah.
Tak lama kemudian, Bel istirahat berbunyi semua siswa istirahat, namun lain dengan Rizky. Ia terus menatap Wanita yang ingin dikenalnya, yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya agar bisa berkenalan dengannya. Akhirnya idenya dapat, secara tidak sengaja ia menabrak wanita yang sedang membawa buku itu, bukunya terjatuh. Sentak, Adhi membantu mengambilkannya. Dan akhirnya ia berkenalan dengan wanita itu. Wanita itu bernama Acha.
“Wkwkkwkwkkwkwk, akhirnya gw berkenalan dengan Acha”, ucap dalam hati Adhi. Setelah berkenalan, Adhi mengajaknya ke kantin. Di kantin mereka tertawa – geli, menceritakan pengalaman Adhi di sekolah dahulunya. Lalu Rizky dating menghampiri mereka berdua. “Hey hey ternyata dah kenal negh kenalin donk cewek lo Di”, ucap Rizky. “Apaan sich gw cumin temen kok ma Adhi” jawab Acha.
Bel pulang berbunyi, saatnya Adhi beraksi. Adhi sengaja mendekat Acha. Namun ia melihat Acha sedang di jemput seorang pria. “Grrgghrgrhgrh siapa tu cowo , bikin gw cemburu aje”, sahut Adhi. “Hey itu temennya Acha, napa lo cemburu ya”, ucap Rizky. “Gak gak dah pulang yuk”, jawab Adhi.
Esok Harinya, Adhi mencari cara untuk mendapatkan no hp Acha. Ia terus melihat gerak – gerik Acha. Nampaknya ia sering melihat Acha membaca bahasa inggris. “Hey Cha lo jago bahasa inggris ya ?? Ajarin gw donk “, ucap Adhi. “Ya gk jago sih, tapi bisa aj “ jawab Acha. “Oleh karena itu gw mau beljar untuk lebih mudahnya gw minta no hp lo boleh gk ?? “ sahut Adhi. “Boleh, “ jawab Acha. Dengan hati yang bersemi – semi ia pun senang, dan bertiremaksih ma Acha.
Malamnya Adhi sms dengan wanita pujaannya.Dengan hati yang deg – deg an, ia menunggu balesan dari smsnya. Tak lama kemudian sms masuk ke inbox Adhi. Dari situ ia mulai dengan bertanya bahasa inggris, dan dengan gombalannya. Sehari , Dua Hari, Seminggu sebulan ia sudah smsan dengan Acha. Nampaknya rasa suka mulai menghantui Adhi. Ia mulai serius dengan prasaan ini dan berniat untuk menyatakan cintanya.
Esok harinya ia pun mendatangin Acha di rumahnya, dengan basa – basi kemudia ia mencoba untuk mengutarakan cintanya, namun kata kata itu susah kluar dari mulutnya. Acha pun bingung kenapa Adhi kerumahnya. Ia pun menanyakan kenapa malam – malam ke rumahnya. Adhi terdiam dan tak bisa berbuat apa – apa. Dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
Hati Adhi gelisah , ia keram dan tak bisa berbuat apa apa. Berkali – kali ia bertemu Acha namun hasilnya 0 besar. Kemudian Rizky datang menghampirinya . “KAlau suka bilang, prasaan jgn d pendem nanti keduluan ma yang lain lo”, sahut Rizky. Adhi berfikir dan akhirnya ia pun mencoba mendekati Acha kembali.
Hari telah berlalu, di saat bel pulang sekolah Adhi mendekati Acha, “Cha sebenernya gw pgn lo tau perasaan ini , maaf prasaan ini dh gw pendem begitu lama, lo.. lo .. lo mo gk jd cewe gw “, Adhi berkata dengan deg – deg an.”Maaf gk bisa”, jawab Acha. “Kenapa Cha , pa gw kurang ganteng” sentak Adhi. “Gak kok lo ganteng baik pula, gw dh punya pacar, yang lo liat pas dia di jemput”, jawab Acha. “Oww, berarti gw terlambat ya , ya gpp dech yg penting gw dh mo ngungkapin prasaan gw, maaf ya Cha”, Adhi dengan nada pelan. Sejak saat itu, Adhi pun mulai meninggal Acha dan terus mengingat pesan Rizky, UTARAKAN CINTA PADA SAATNYA TIBA , CINTA TIDAK DATANG DUA KALI.