Kita sering membandingkan diri dengan orang lain, missal : kenapa aku tidak seganteng temanku”, dan sebagainya. Umumnya orang yang membandingkan dirinya dengan orang lain, cenderung melihat dirinya sebagai berada di pihak yang beruntung, sedangkan yang berada di pihak beruntung , bernasip baik, bahagia dan sebainya. Lau mengandai-andai, kalau saya seganteng dia, setampan dia, sepinter dia, betapa bagianya saya. ??
Ganteng dan kecantikan ,dan lainya sangat berguna, tetapi banyak orang seperti itu tidak semuanya harus dikagumi karena tingkah lakunya buruk. Setiap manuasia dikaruniai anugrah kelebihan-kelebihan tertentu, tapi yang semua orang bisa miliki adalah kejujuran, keberaian, ketekunan, kemurahan hati dan kerendahan hati. Hal tersebut tidak lahir dengan sendirinya melainkan diri kita yang mengembangkan.
Kalau kita terus membanding-bandingkan diri kita seperti itu dengan orang lain, bagaimana mungkin kita menyukai diri sendiri sehingga bisa senang dan bangga menerimanya
“Lupakan kesempurnaan tapi cobalah capai kemajuan”